Iran Desak AS Akui Kesalahan Sebelum Lanjutkan Negosiasi

Kalimantanlive.com – Iran menegaskan bahwa Amerika Serikat harus terlebih dahulu mengakui kesalahan masa lalu dan menunjukkan perubahan sikap sebelum pembicaraan diplomatik dapat dilanjutkan.

Pernyataan ini disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, dalam wawancara dengan Le Monde, Kamis (10/7).

“Diplomasi adalah jalan dua arah. AS yang memutuskan jalur negosiasi dan memilih aksi militer. Karena itu, mereka harus bertanggung jawab dan menunjukkan perubahan perilaku yang jelas,” ujar Araghchi.

BACA JUGA: WOW! Melly Mike Bakal Tampil Live Bawakan ‘Young Black and Rich’ di Festival Pacu Jalur 2025 Riau

Ia juga menegaskan bahwa Iran menuntut adanya jaminan agar tidak ada serangan militer selama proses negosiasi berlangsung.

Terkait kemungkinan pembicaraan baru dengan Washington, Araghchi menyebut saat ini komunikasi masih dilakukan melalui perantara.