Transformasi kelembagaan Diskominfo juga menjadi sorotan. Jika sebelumnya berperan sebagai unit pendukung teknis seperti pengadaan sound system atau layanan pengumuman keliling,kini diskominfo dituntut menjadi pusat kendali informasi dan teknologi di era digital.
“Sekarang tidak perlu lagi keliling pakai mobil pengeras suara. Cukup manfaatkan grup WhatsApp jadi pusat jaringan dan informasi digital pemerintahan, semoga Kominfo mendapatkan inovasi terbaru sehingga bisa berkaca dengan kabupaten lain, karena Diskominfo adalah leading sektor digitalisasi dan Kominfo juga menjadi contoh untuk penerapan jaringan internet dan infrastruktur aplikasi dan server nya dengan tujuan untuk mempercepat pelayanan ke publik supaya lebih bagus lagi,” ucapnya.
Dalam kesempatan yang sama, disampaikan pentingnya penyelesaian data kepegawaian, khususnya 2.000 orang yang masih tercatat dalam database. Namun belum terakomodasi dalam program PPPK. Pemerintah Kabupaten Kotabaru diminta untuk menyelesaikan proses ini secara bertahap sebagai prioritas utama,sebelum membuka formasi PNS murni.
Terakhir, pesan khusus juga ditujukan kepada para tenaga honorer dan THL dilingkungan pemkab kotabaru untuk tidak berpuas diri.Mereka didorong agar terus meningkatkan kapasitas diri,termasuk melalui pendidikan formal.
Kepala Diskominfo Kotabaru Gusti Abdul Wakhid, S.STP,MM menyambut baik kedatangan Kepala BKPSDM dan jajarannya tersebut.Ia menilai sharing session ini menjadi kesempatan berharga untuk menyamakan persepsi dan meningkatkan komitmen dalam pelaksanaan tugas dan pelayanan kepada masyarakat.
“Harapannya semoga dengan adanya pembinaan dan sharing session ini dapat meningkatkan kedisiplinan dan wawasan para ASN dalam menjalankan tugas sehari hari,dan semoga juga acara seperti ini dapat rutin dilaksanakan karena sangat bermanfaat bagi ASN dilingkup Diskominfo,” tegasnya.
Kalimantanlive.com
Sumber : Diskominfo







