Yogyakarta
HET Resmi: Rp 18.000
Harga Nyata: Rp 22.000 – Rp 23.000
“Kalau di warung dekat rumah, harganya 23 ribu,” kata Eno (25).
Jawa Timur
HET Resmi: Rp 18.000
Harga di Lapangan:
Surabaya: Rp 18.500 – Rp 20.000
Ngawi: Rp 22.000 – Rp 23.000
“Kalau yang murah 18.500, tapi biasanya 20 ribu,” kata Sofi (34).
Kenapa Harga Bisa Beda Jauh?
Perbedaan harga ini terjadi karena selama ini daerah bebas menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET), dan pengawasan di lapangan belum maksimal. Bahkan di dalam satu provinsi pun, harga bisa bervariasi tergantung lokasi, jarak distribusi, dan “mark-up” pengecer.
Apa Dampaknya Jika Satu Harga Diterapkan?
Harga lebih transparan dan terkendali
Mengurangi penimbunan dan spekulasi harga
Meningkatkan pemerataan energi subsidi
Menekan keluhan masyarakat soal harga gas yang ‘liar’ di lapangan
Pemerintah menargetkan kebijakan gas LPG 3 kg satu harga akan diterapkan mulai tahun depan. Tapi sebelum itu, masyarakat menunggu langkah konkret soal pengawasan distribusi, karena selama ini celah penyimpangan justru muncul di jalur tersebut.
(kalimantanlive.com/sumber lainnya)
editor : TRI







