Skandal Pot Kualifikasi! AFC Dituding Main Kotor Demi Qatar & Arab Saudi Jadi Tuan Rumah Piala Dunia 2026

KALIMANTANLIVE.COM – Dugaan kecurangan di tubuh AFC akhirnya menyeruak ke permukaan! Pengamat sepak bola Irak membongkar adanya “permainan licik” yang menguntungkan dua negara kaya—Qatar dan Arab Saudi—dalam undian putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.

# Baca Juga :Enam Negara Perebutkan Tiket Piala Dunia 2026 Zona Asia, Indonesia Wakili Asia Tenggara

# Baca Juga :LIVE STREAMING Jadwal Drawing Putaran Ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia

# Baca Juga :Indonesia Uji Taktik Lawan Lebanon dan Kuwait Jelang Kualifikasi Piala Dunia

# Baca Juga :Bongkar Kekuatan Timur Tengah! Timnas Indonesia Tantang Kuwait & Lebanon di Surabaya Jelang Kualifikasi Piala Dunia 2026

Dugaan Manipulasi Pot Jadi Kenyataan!

Pada Jumat (11/7/2025), Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) mengumumkan pembagian pot untuk undian ronde keempat yang akan berlangsung 17 Juli 2025 di Kuala Lumpur. Namun, publik sepak bola Asia dibuat terkejut ketika Qatar dan Arab Saudi ditempatkan di Pot 1, meskipun ranking FIFA terbaru menunjukkan Irak seharusnya layak berada di posisi tersebut.

Pakai Ranking Lama, Untungkan Tuan Rumah?

Masalah bermula dari keputusan AFC yang tetap menggunakan ranking FIFA per Juni 2025, alih-alih data terbaru yang dirilis Juli 2025. Padahal, performa buruk Arab Saudi di Piala Emas CONCACAF membuat mereka turun posisi, dan Irak menyalip ke atas.

“Ini sudah jelas amis. AFC seolah menutup mata terhadap performa nyata di lapangan,” tulis akun Iraq Football Podcast, yang pertama kali mengangkat kejanggalan ini di media sosial X (dulu Twitter).

Arab Saudi Dapat Privilege, Irak Tersingkir dari Pot 1

Dalam ranking terbaru FIFA, Irak secara sah melewati Arab Saudi, berkat penampilan stabil di babak sebelumnya. Namun, AFC tetap menaruh Qatar (ranking 53) dan Arab Saudi (58) di Pot 1, sedangkan Irak (59) dan UEA (66) di Pot 2. Indonesia dan Oman harus puas di Pot 3.

Pengamat menyebut, langkah AFC ini sengaja dilakukan untuk memuluskan Qatar dan Arab Saudi sebagai tuan rumah, karena peraturan menyatakan dua tuan rumah tidak boleh berada dalam satu grup. Jika Arab Saudi turun ke Pot 2, maka mereka bisa saja tergabung dengan Qatar—sesuatu yang ingin dihindari AFC.