YOGYAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM – Di tengah semangat tahun ajaran baru, suasana berbeda justru menyelimuti SD Kanisius Bandung I di Padukuhan Nogosari I, Kalurahan Bandung, Playen, Gunungkidul. Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ini digelar tanpa satu pun murid kelas 1!
Ya, tidak ada murid baru yang mendaftar di sekolah swasta legendaris ini, meski belasan siswa dari kelas 2 hingga kelas 6 tetap menjalani MPLS seperti biasa, Senin pagi (14/7/2025).
# Baca Juga :BREAKING! Hujan Petir Ancam Banjarmasin & Banjarbaru Hari Ini, Simak Ramalan Cuaca Lengkap Kalsel!
# Baca Juga :WADUH! Pesawat Meledak di Udara, Bandara London Southend Ditutup Total!
# Baca Juga :Polisi Selidiki RSUD Linggajati Gegara Bayi Meninggal Usai 33 Jam ‘Dibiarkan Tanpa Perawatan’
Satu Pendaftar Dialihkan ke Sekolah Lain
Sekolah ini sejatinya sempat menerima satu pendaftar. Namun, demi kepentingan sosialisasi anak, pihak sekolah dengan besar hati mengarahkan siswa tersebut ke SD Kanisius Wonosari II yang masih satu yayasan.
“Kalau ikut ego sekolah mungkin kami terima. Tapi tidak boleh begitu. Maka kami arahkan ke sekolah lain,” ujar FX Yulianto, staf SD Kanisius Bandung I.
Keputusan tersebut disetujui orang tua calon siswa. Dengan demikian, SD Kanisius Bandung I resmi tak memiliki murid baru untuk tahun ajaran 2025/2026.
Penurunan Siswa Terjadi Bertahap Sejak 2000-an
Didirikan sejak tahun 1964, SD ini pernah mengalami masa kejayaan. Namun sejak awal tahun 2000-an, jumlah siswa terus menurun.
“Dulu ramai sebelum banyak sekolah lain berdiri. Penurunan bertahap, bukan langsung drastis. Tahun lalu ada tiga siswa baru, tahun ini satu saja,” ungkap Yulianto.
Faktor penyebabnya beragam: mulai dari keberhasilan program Keluarga Berencana (KB), hingga munculnya sekolah negeri dan swasta baru di sekitarnya.
Sekolah Tetap Berjalan, Prestasi Tak Kalah Saing
Meski hanya memiliki 24 siswa aktif, SD Kanisius Bandung I tetap beroperasi dengan 9 guru yang masih aktif mengajar.
“Prestasi kami tidak tertinggal. ASPD tahun ini kami peringkat dua tingkat korwil, dan sekitar peringkat 15 tingkat kabupaten,” tegas Yulianto bangga.









