KENDAL, KALIMANTANLIVE.COM – Pemandangan tak biasa terjadi di SDN 2 Mororejo, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kendal, Senin (14/7/2025). Di hari pertama masuk sekolah, para orang tua siswa sudah berdatangan sejak pukul 05.00 pagi hanya demi satu hal: kursi barisan depan untuk anak-anak mereka.
Salah satu wali murid, Fitri, mengaku tiba di sekolah pada pukul 05.30 WIB, namun tetap tidak berhasil mendapatkan kursi depan. “Saya cuma dapat kursi di tengah. Tas anak saya sudah saya taruh di meja,” ujarnya kecewa.
# Baca Juga :Fadli Zon Tetapkan Hari Lahir Prabowo sebagai Hari Kebudayaan Nasional, Ini Alasannya?
# Baca Juga :Daftar Lengkap HP Realme yang Kebagian Android 16! Seri Flagship hingga C Series Masuk Daftar!
# Baca Juga :Nadiem Makarim Kembali Diperiksa Besok Terkait Skandal Chromebook Rp 9,9 Triliun!
# Baca Juga :Miris! SD Swasta Ini Gelar MPLS Tanpa Satu pun Murid Baru, Cuma Diikuti Kelas 2–6!
Fitri menambahkan, dirinya ingin anaknya yang kini naik ke kelas 3, duduk di depan agar lebih fokus saat belajar.
Sementara itu, Agus, wali murid lainnya, mengungkapkan bahwa tradisi “serbu kursi” ini sudah biasa terjadi setiap tahun ajaran baru di sekolah tersebut.
“Saya antar istri, dan akhirnya dapat kursi di barisan kedua. Entah di sekolah lain, tapi di sini sudah jadi kebiasaan,” ujarnya sambil tersenyum.
Sekolah Sudah Terapkan Sistem Rotasi Tempat Duduk
Menanggapi fenomena ini, Kepala SDN 2 Mororejo, Masduki, menjelaskan bahwa sekolah sebenarnya sudah mengimbau agar orang tua tidak perlu datang pagi-pagi untuk mengatur tempat duduk. Namun, imbauan tersebut tidak diindahkan.
“Penjaga sekolah ditelepon agar membuka kelas, saya langsung larang,” ujarnya.
Masduki menegaskan, sekolah menggunakan sistem rotasi mingguan untuk tempat duduk. Artinya, seluruh siswa akan bergiliran duduk di berbagai posisi, mulai dari depan, tengah, hingga belakang. Tujuannya adalah agar semua anak mendapatkan pengalaman belajar yang adil.
Dinas Pendidikan Belum Terima Laporan
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kendal, Ferinando Rad Bonay, mengaku belum menerima laporan terkait orang tua yang datang sejak subuh demi mengamankan kursi depan.
“Mungkin karena tidak ada masalah berarti, jadi tidak dilaporkan. Yang penting, Alhamdulillah semua sekolah dapat siswa,” ujar Feri.
(kalimantanlive.com/sumber lainnya)
editor : TRI







