Menurut Andi, tidak ada persiapan operasi yang dilakukan hingga Senin pagi (16/6/2025), saat istrinya akhirnya menjalani operasi sesar sekitar pukul 08.00 WIB. Sayangnya, sang bayi sudah tidak bernyawa saat dilahirkan.
Publik Marah, RS Disorot Tajam
Kasus ini memicu kemarahan publik dan viral di media sosial. Banyak warganet mempertanyakan lambatnya penanganan dan lemahnya respons terhadap kondisi gawat darurat.
Pihak Polres Kuningan menegaskan penyelidikan akan dilakukan menyeluruh dan profesional. Semua pihak terkait akan diperiksa secara bertahap, termasuk kemungkinan pelanggaran prosedur medis.
“Kami akan kumpulkan semua bukti dan keterangan untuk menentukan apakah ada unsur pidana dalam peristiwa ini,” tegas Kapolres.
(kalimantanlive.com/sumber lainnya)
editor : TRI







