Senada dengan itu, Fathurrahman, menyatakan bahwa pendekatan spiritual dalam SEFT sangat sesuai dengan karakter masyarakat Banua.
“Metode ini tidak hanya ilmiah, tapi juga membumi dan selaras dengan nilai-nilai religius kita,” katanya.
Sementara itu, Ahmad Fauzi menilai seminar ini sebagai upaya cerdas dalam memperluas wawasan masyarakat.
“Kita perlu lebih banyak kegiatan seperti ini di tingkat desa. Edukasi yang mudah dipahami dan bisa langsung diterapkan sangat penting untuk mencegah gangguan mental sejak dini,” tutupnya.
(Kalimantanlive.com/Kamil)









