Meski telah pulih, ia mengakui fisik dan mentalnya belum sepenuhnya siap untuk tampil kompetitif di level tertinggi.
“Ketika tertekan di lapangan, saya malah panik dan tidak bisa mengontrol permainan. Itu jadi catatan besar untuk evaluasi,” tambahnya.
Di gim pertama, Gregoria sempat menyamakan kedudukan 7-7, namun Gunji unggul 11-7 di interval dan terus mendominasi hingga menutup gim dengan 21-10.
BACA JUGA: Timnas Voli U-16 Bungkam Hong Kong, Jaga Peluang Lolos ke 8 Besar Asia
Di gim kedua, Gregoria sempat bangkit dengan memimpin 7-4, tetapi keunggulan itu tak bertahan lama. Gunji kembali mengambil alih permainan dan mengakhiri laga 21-12.
Meski kecewa dengan hasil tersebut, Gregoria memilih fokus menatap China Open 2025 (Super 1000) yang akan digelar pekan depan.







