Sri Huriyati berharap peserta mampu menerapkan teknik SEFT dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam konteks pribadi maupun sosial, guna menjaga keseimbangan emosi dan spiritual.
“Kami juga mengajak masyarakat, khususnya kaum ibu, untuk menjadi garda terdepan dalam menjaga keharmonisan keluarga melalui pendekatan yang empatik dan penuh pemahaman emosional,” tutupnya.
(Kalimantanlive.com/Kamil)










