“Bagi kepala desa untuk memonitoring terhadap 16 orang ini walaupun dua di antaranya dari Desa Nalui, nanti kami hubungi juga pihak aparat di sana untuk melakukan pemantauan bagaimana perkembangannya ke depan,” lanjutnya.
Sementara itu, Kasi Penyelenggaraan Diklat BLK Kalsel, Zainal Abidin mengatakan, pelatihan ini menggunakan anggaran berasal dari APBD Kalsel 2025.
“Dan program yang kita laksanakan ini bahwa untuk usaha mandiri, karena untuk usaha mandiri saja sudah kekurangan orang,” katanya.
Ia menambahkan, para peserta tidak hanya diberikan pemahaman terhadap perawatan AC, juga diajarkan keterampilan soft skil.
“Nanti dari instruktur juga memberikan instruksi bagaimana cara melayani pelanggan, jadi dalam pelaksanaan pelatihan bukan hanya skil saja, juga ada soft skil, pengembangan motivasi tinggi, komunikasi antar tim,” tambahnya.
Kalimantanlive.com/ A Hidayat







