Kredit juga tidak mencakup penyaluran oleh kantor bank luar negeri, serta pinjaman kepada pemerintah pusat dan bukan penduduk.
Sementara itu, aktiva luar negeri bersih tumbuh stabil 3,9 persen (yoy), dan tagihan bersih kepada pemerintah pusat masih terkontraksi 8,2 persen (yoy), meskipun membaik dari bulan sebelumnya.
BACA JUGA: Indef: 80 Ribu Koperasi Merah Putih Bisa Dorong Ekonomi Nasional
Bank sentral juga mencatat pertumbuhan uang primer (M0) adjusted sebesar 8,6 persen (yoy) pada Juni, dengan total mencapai Rp1.957,1 triliun.
Pertumbuhan ini ditopang oleh peningkatan uang kartal sebesar 9,0 persen dan giro bank umum di BI sebesar 8,1 persen.
BI menjelaskan bahwa pertumbuhan M0 turut dipengaruhi oleh kebijakan pengendalian moneter yang mempertimbangkan pemberian insentif likuiditas kepada perbankan.
Sumber: Antaranews










