Duel Pelajar SMP di Jembatan Parigi Cianjur Berujung Maut, 1 Siswa Tewas Tenggelam

CIANJUR, KALIMANTANLIVE.COM — Sebuah duel antar pelajar di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, berubah menjadi tragedi setelah satu siswa terjatuh ke sungai dan akhirnya meninggal dunia. Peristiwa memilukan ini terjadi pada Jumat malam, 18 Juli 2025, dan kini viral di media sosial serta aplikasi perpesanan.

Viral Duel di Jembatan, Disaksikan Puluhan Teman Sebaya

# Baca Juga :Polisi Ungkap Perkelahian Maut di Sungai Andai: Tiga Remaja Tewas Ditusuk Parang, Pelaku Diamankan Lima Jam Setelah Kejadian

# Baca Juga :Tiga Remaja Tewas dalam Perkelahian Berdarah di Sungai Andai Banjarmasin, Polisi Berhasil Amankan Seorang Pelaku

# Baca Juga :Polisi Ungkap Temuan Mayat di Sungai Bilu Banjarmasin Ternyata Perkelahian, Begini Motifnya!

# Baca Juga :BREAKING NEWS Dugaan Perkelahian di Lingkar Selatan Basirih, Satu Korban Luka Dievakuasi ke RS

Dalam video berdurasi 1 menit 18 detik yang beredar luas, tampak dua pelajar terlibat perkelahian satu lawan satu, disaksikan oleh kerumunan remaja yang diduga sesama pelajar. Mereka merekam kejadian itu menggunakan ponsel, tanpa ada upaya untuk melerai.

Puncak ketegangan terjadi ketika salah satu peserta duel kehilangan keseimbangan dan terjatuh ke sungai dari atas Jembatan Parigi, Kecamatan Leles. Teriakan panik terdengar dari latar video, menandakan kejadian tersebut tak lagi dalam kendali.
Korban Tewas Usai Dirawat di Rumah Sakit

Menurut Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Cianjur, Helmi Halimudin, kejadian tragis itu benar adanya.

“Ya, betul. Kami sudah menerima laporan mengenai kejadian tersebut,” ujar Helmi saat dikonfirmasi pada Rabu (23/7/2025).

Helmi menjelaskan bahwa duel itu melibatkan pelajar dari sebuah SMP negeri dan MTs di wilayah tersebut. Duel diduga direncanakan, atau “janjian”, untuk adu fisik di lokasi yang sangat berbahaya.

“Kejadiannya pukul 22.30 WIB di atas Jembatan Parigi, Kecamatan Leles. Dua pelajar terjatuh ke sungai, dan satu di antaranya meninggal dunia setelah sempat dirawat intensif di rumah sakit,” tambah Helmi.

Korban dinyatakan meninggal pada Selasa, 22 Juli 2025, setelah menjalani perawatan akibat luka serius yang dideritanya.
Proses Hukum dan Evaluasi Sekolah Dimulai

Saat ini, peristiwa tersebut sedang dalam penanganan pihak kepolisian serta instansi terkait. Disdikpora Cianjur disebut sedang melakukan pendalaman terhadap kronologi kejadian serta potensi pelanggaran di lingkungan sekolah masing-masing.