“Sudah banyak pihak yang tertarik investasi, termasuk dari Tiongkok, untuk mendukung produksi barang ekspor Indonesia,” kata Budi.
Kemendag juga memperluas akses pasar ke wilayah lain, salah satunya melalui Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia–Uni Eropa (IEU-CEPA) yang baru saja rampung.
BACA JUGA: Bahlil: 18 Proyek Hilirisasi Berpotensi Ciptakan 276 Ribu Lapangan Kerja
Ia menyebut negara-negara lain yang terdampak kebijakan tarif AS juga melakukan pendekatan serupa, dengan menjajaki kerja sama dagang baru di berbagai kawasan.
Di sisi lain, Indonesia sedang bernegosiasi dengan AS agar produk-produk unggulan seperti minyak sawit mentah (CPO), kakao, dan kopi bisa dikenakan tarif 0 persen, karena tidak diproduksi secara luas di Amerika.










