KALIMANTANLIVE.COM — Dunia musik berduka. Ozzy Osbourne, ikon tak tergantikan, “Prince of Darkness” yang membentuk wajah musik heavy metal modern, meninggal dunia pada 22 Juli 2025 dalam usia 76 tahun. Kepergian sang legenda menjadi akhir dari sebuah era, namun juga awal dari keabadian dalam hati jutaan penggemarnya di seluruh dunia.
Hanya tiga minggu sebelum kematiannya, Ozzy memberi perpisahan yang luar biasa lewat konser “Back to the Beginning” di kampung halamannya, Birmingham, pada 5 Juli 2025. Di hadapan 40.000 penggemar di Villa Park dan jutaan lainnya via livestream global, Ozzy duduk di atas “tahta murcielago”-nya karena Parkinson, namun tetap menyanyikan lagu abadi seperti “Crazy Train” dengan semangat yang tak terkalahkan.
# Baca Juga :18 Artis Indonesia Meninggal Dunia Sepanjang 2021, dari Chacha Sherly eks Trio Macan hingga Vanessa Angel
# Baca Juga :Ibunda Artis Amanda Manopo, Henny Manopo Meninggal karena Terpapar Covid-19
# Baca Juga :Kabar Duka, Istri Teddy Syach, Artis Rina Gunawan Meninggal Dunia
# Baca Juga :Titiek Puspa Meninggal Dunia, Inul Daratista: “Jadi Bagian Terindah dalam Hidupku”
Ini bukan perpisahan muram, tapi perayaan jiwa tak tergoyahkan — penutup megah dari perjalanan luar biasa.
Jejak Abadi: Dari Anak Buruh ke Bapak Heavy Metal
Lahir sebagai John Michael Osbourne pada 3 Desember 1948 di Aston, Birmingham, Ozzy bangkit dari kehidupan kelas pekerja untuk menciptakan revolusi musik bersama Black Sabbath — band yang ia dirikan bersama Tony Iommi, Geezer Butler, dan Bill Ward.
Album-album legendaris seperti Black Sabbath (1970) dan Paranoid (1970) menciptakan dasar dari heavy metal: suara keras, lirik gelap, tapi penuh makna.
Legenda Berontak yang Disayang Dunia
Ozzy dikenal dengan aksi panggung ekstrem — termasuk insiden ikonik menggigit kepala kelelawar — namun di balik itu, ia adalah sosok flamboyan, humoris, dan penuh cinta untuk keluarganya.
Setelah didepak dari Black Sabbath, Ozzy memulai karier solo dengan album fenomenal “Blizzard of Ozz” yang melahirkan hits seperti “Crazy Train”. Namanya kian melesat lewat reality show The Osbournes yang merevolusi televisi keluarga MTV di awal 2000-an.
Hidup Ozzy bukan tanpa badai. Ia berjuang melawan kecanduan, masalah hukum, kecelakaan, hingga diagnosis Parkinson tahun 2020. Setelah sejumlah operasi tulang belakang, ia mengumumkan pengunduran diri dari tur.
Namun hingga akhir hayatnya, Ozzy tidak pernah menyerah — ia tetap hadir di panggung, meski dalam kondisi lemah, menunjukkan bahwa jiwanya tak pernah padam.







