KALIMANTANLIVE.COM – WhatsApp diam-diam melakukan perubahan besar pada aplikasi desktop untuk Windows. Meski tampilannya masih serupa, ternyata mesin di baliknya sudah tidak sama lagi!
Alih-alih menggunakan aplikasi native yang cepat dan ringan seperti sebelumnya, kini WhatsApp Desktop untuk Windows berbasis WebView2—teknologi milik Microsoft yang biasa digunakan untuk membuka situs web lewat browser Edge.
# Baca Juga :Cegah Masuk Grup WhatsApp Sembarangan, Aktifkan Fitur Ini!
# Baca Juga :DPR AS Larang WhatsApp, Soroti Risiko Keamanan Data
# Baca Juga :WhatsApp Web Sering Keluar Sendiri? Begini Cara Agar Tetap Online Sepanjang Hari
# Baca Juga :WhatsApp Tampilkan Iklan di Status dan Channel, Ini Cara Menguranginya
Perubahan ini pertama kali ditemukan dalam WhatsApp versi beta untuk Windows 11, dan disinyalir akan segera bergulir ke versi stabil.
Apa Itu WebView2 dan Kenapa Ini Penting?
WebView2 memungkinkan aplikasi menampilkan halaman web di dalam jendela aplikasi. Artinya, WhatsApp Desktop kini hanya “membungkus” WhatsApp Web dalam format aplikasi, bukan lagi program mandiri yang dirancang khusus untuk Windows.
Sebelumnya, WhatsApp Desktop dibuat dengan platform UWP (Universal Windows Platform) — cepat, ringan, dan menyatu sempurna dengan Windows.
Kini, versi terbaru mengandalkan Chromium engine, mirip seperti saat kamu membuka tab di browser.
Tampilannya Sama, Tapi Responsnya Beda!
Secara kasat mata, tampilan WhatsApp Desktop versi WebView2 memang tidak jauh berbeda. Tapi bagi pengguna yang jeli, perbedaan mulai terasa:
Notifikasi kurang responsif
Pengaturan aplikasi jadi lebih sederhana
Desain tidak lagi sejalan dengan UI Windows 11
Lebih boros RAM hingga 30%
Performa multitasking menurun
“Aplikasi jadi berat, apalagi saat video call atau share screen,” ujar laporan dari Windows Latest.
Meta Tak Bicara Banyak, Analis Duga Demi Efisiensi
Hingga kini, Meta belum memberi penjelasan resmi. Namun para analis meyakini langkah ini diambil sebagai strategi efisiensi.
Dengan basis kode WebView2, Meta hanya perlu mengembangkan satu codebase untuk semua platform: Windows, Mac, dan web. Ini memotong biaya, mempercepat update, dan memudahkan pemeliharaan.
Sayangnya, bagi pengguna, langkah ini dirasa sebagai penurunan kualitas. Banyak yang merindukan performa cepat dan halus dari aplikasi native.










