MALANG, KALIMANTANLIVE.COM – Desa Donowarih, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, mendadak viral usai Kepala Desa-nya mengeluarkan surat edaran yang bikin heboh. Isinya? Warga diminta mengungsi massal karena ancaman kebisingan dari sound horeg—alat pengeras suara ekstrem yang akan dibunyikan saat Karnaval Pesta Rakyat Karangjuwet Vol. 5 pada Kamis (24/7/2025).
Kades mengimbau warga dengan bayi, balita, lansia, hingga pasien sakit untuk segera menjauh dari lokasi karnaval. Alasannya: suara superkeras dari 11 sound horeg yang siap mengguncang desa!
# Baca Juga :Duel Pelajar SMP di Jembatan Parigi Cianjur Berujung Maut, 1 Siswa Tewas Tenggelam
# Baca Juga :Lansia Ditemukan Tewas di Area Pembuatan Batu Bata di Lombok Tengah
# Baca Juga :Tragis! Pria Tewas Tersedot Mesin MRI Gara-Gara Kalung Besi 9 Kg: Ini Kronologinya!
# Baca Juga :Kebakaran KM Barcelona 5, Ibu Hamil Tewas, Ratusan Penumpang Dievakuasi
“Agar dapat menjaga jarak dari lokasi kegiatan demi kenyamanan bersama dan menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” bunyi surat edaran yang ditandatangani pihak desa.
Langkah ini sontak menuai perhatian publik. Tapi, menurut Sekretaris Desa Donowarih, Ary Widya Hartono, kebijakan ini bukan karena konflik, melainkan murni bentuk antisipasi dan keselamatan warga.
“Kami sudah koordinasi dengan Polres Malang. Ini murni kegiatan tradisi bersih desa dua tahun sekali. Tidak ada dana dari pemerintah, semua dari swadaya warga,” jelas Ary saat dihubungi Rabu (23/7/2025).
Lebih lanjut, Ary mengungkapkan, warga justru antusias ikut meramaikan. Bahkan di RT 28, ada kontingen yang tampil pakai mobil hias tanpa sound horeg—tanda bahwa tidak ada paksaan soal format peserta.







