“Beberapa warga yang tinggal di tepi jalan bahkan sudah mengungsi sukarela ke rumah saudara atau tetangga,” tambah Ary.
Fenomena ini memunculkan pro dan kontra di media sosial. Sebagian warganet mendukung langkah antisipatif kades, namun tak sedikit juga yang menyoroti tren sound horeg yang makin marak dan meresahkan karena mengganggu kenyamanan lingkungan.
Apakah tren pesta dengan sound horeg ini akan terus berlanjut, atau justru jadi pemicu peraturan baru tentang batas kebisingan? Yang jelas, Karnaval Karangjuwet tahun ini sukses mencuri perhatian nasional—bahkan sebelum dimulai!
(kalimantanlive.com/sumber lainnya)
editor : TRI







