Sementara itu, pembangunan solar panel nasional diperkirakan memerlukan investasi sekitar 100 miliar dolar AS (sekitar Rp1,57 kuadriliun).
Namun investasi ini, menurutnya, bisa menghemat subsidi dalam jangka panjang.
BACA JUGA: Rupiah Menguat Usai Kesepakatan Tarif AS-Indonesia, Analis Soroti Risiko di Balik Syarat Dagang
“Empat tahun subsidi setara dengan biaya pembangunan. Artinya di tahun kelima dan seterusnya, kita tak perlu lagi memberi subsidi listrik ke desa-desa,” ujarnya.
Zulhas juga menekankan efisiensi sistem energi desa yang tak lagi membutuhkan transmisi panjang seperti jaringan PLN.







