5 Raksasa AS Siap Investasi Ratusan Triliun di Indonesia! Ini Daftar Perusahaannya

JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM – Indonesia kembali jadi magnet investasi global! Lima perusahaan raksasa asal Amerika Serikat menyatakan siap menanamkan modal besar-besaran ke Tanah Air. Total nilainya tak main-main: mencapai Rp 370,19 triliun!

Hal ini diungkap langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam konferensi pers di kantornya, Kamis (24/7/2025).

# Baca Juga :Perang Meledak! Thailand-Kamboja Saling Gempur, WNI Diimbau Waspada, Ternyata Ini Akar Konfliknya!

# Baca Juga :LOWONGAN EMAS! Adaro Energy Buka 22 Posisi Kerja, Terima Lulusan SMK hingga S1, Cek Gaji & Penempatan di Sini!

# Baca Juga :Wabup Habib Taufan Sampaikan Rencana Pembangunan Sekolah Rakyat Tabalong di Depan Mensos

# Baca Juga :Cuaca Kalsel Mencekam! 13 Daerah Terancam Digulung Awan Gelap & Hujan Petir Sore Ini

“Amerika Serikat sudah menjadi mitra dagang terbesar Indonesia dengan pangsa ekspor 11,22 persen, dan kini mereka juga komitmen investasi besar di sektor strategis,” ujar Airlangga.

Siapa Saja Perusahaan AS yang Mau Investasi ke Indonesia?

ExxonMobil

Investasi: 10 miliar dolar AS (sekitar Rp 163 triliun)

Proyek: Pembangunan fasilitas Carbon Capture and Storage (CCS)

Sektor: Energi & Lingkungan

Oracle

Investasi: 6 miliar dolar AS (sekitar Rp 97,8 triliun)

Proyek: Pusat Data (Data Center) di Batam

Status: Masih tahap pembicaraan

Microsoft

Investasi: 1,7 miliar dolar AS (sekitar Rp 27,72 triliun)

Proyek: Pengembangan cloud dan Artificial Intelligence (AI)

Tujuan: Infrastruktur digital nasional

Amazon Web Services (AWS)

Investasi: 5 miliar dolar AS (sekitar Rp 81,5 triliun)

Fokus: Pengembangan cloud dan AI

General Electric Healthcare

Investasi: Rp 178 miliar

Proyek: Pabrik CT Scan bekerja sama dengan Kalbe Farma di Jawa Barat

Sektor: Teknologi medis

Keuntungan Resiprokal: Tarif Turun, Ekonomi Tumbuh

Menurut Airlangga, kesepakatan ini juga mencakup penurunan tarif perdagangan secara resiprokal dari 32 persen menjadi 19 persen. Selain investasi, ini diharapkan mendorong ekspor, menciptakan lapangan kerja, dan memperkuat ekonomi digital Indonesia.

“Amerika akan bantu capacity building, R&D, serta mendorong inovasi dan transformasi digital di Indonesia,” tambahnya.