BANJARMASIN, Kalimantanlive.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) menggelar High Level Meeting “Obrolan Pagi Seputar Inflasi” (HLM OPSI) di salah satu kedai kopi di Banjarmasin, Kamis (24/7/2025).
Pertemuan dipimpin Sekretaris Daerah Kalsel, Muhammad Sarifuddin, yang juga Ketua Harian TPID, bersama jajaran perwakilan dari BI, BPS, Bulog, Pertamina, Hiswana Migas, dan instansi terkait lainnya.
BACA JUGA: Pemprov Kalsel Gelar TOT Modul Sinergi untuk Cetak Smart ASN dan Tingkatkan Kinerja Terintegrasi
Plt. Kepala Biro Perekonomian Setda Kalsel, Farhan, menyampaikan bahwa distribusi LPG 3 kg (gas melon) menjadi isu utama yang dibahas. Ia menyebut, pasokan mulai membaik pasca gangguan akibat libur panjang dan masalah distribusi.
“Pemprov telah meminta bupati dan wali kota untuk mengintensifkan pengawasan agar distribusi gas melon tepat sasaran,” ujar Farhan.
Ia juga mengapresiasi langkah Bupati Hulu Sungai Tengah yang menerbitkan surat edaran HET gas melon sebesar Rp25.000 lengkap dengan sanksi bagi pelanggar.
Pertamina dan Hiswana Migas turut mendorong pemerintah daerah agar mengimbau masyarakat mampu untuk tidak menggunakan gas bersubsidi, mengingat masih banyaknya penyalahgunaan subsidi oleh kelompok di luar kategori penerima (desil 4 ke atas).







