Ribuan warga mengungsi dari Provinsi Surin, Sisaket, dan Buriram
Kamboja belum merilis angka resmi korban, namun mengakui sejumlah fasilitas militer rusak akibat serangan udara.
“Senjata berat ditembakkan tanpa target jelas, warga sipil kami menjadi korban,” ujar PM sementara Thailand, Phumtham Wechayachai.
Bagaimana Nasib WNI? Ini Imbauan Resmi dari KBRI Bangkok
KBRI Bangkok mengonfirmasi terdapat 15 WNI berada dekat zona konflik, tersebar di wilayah:
Trat
Sa Kaeo
Ubon Ratchathani
“Belum ada laporan WNI terdampak. Tapi kami imbau waspada dan hindari wilayah perbatasan,” tulis pernyataan resmi KBRI.
KBRI mengaktifkan hotline darurat dan mengingatkan WNI untuk melapor diri ke portal Kemlu jika menetap lebih dari 6 bulan di Thailand maupun Kamboja.
Ke Mana Arah Konflik Ini?
Belum ada tanda-tanda deeskalasi. Bentrokan dilaporkan terjadi di enam titik perbatasan. Pengamat politik Thailand, Pravit Rojanaphruk, menilai situasi sangat rawan.
“Militer bertindak sendiri, tanpa kendali pemerintah sipil. Ini sangat berbahaya,” ujarnya pada Khaosod English.
Perang Perbatasan Bisa Meluas
Dengan ketegangan lama, isu nasionalisme, dan ketidakstabilan politik domestik, konflik Thailand-Kamboja berpotensi menjadi bencana regional jika tidak segera dikendalikan.
(kalimantanlive.com/sumber lainnya)
editor : TRI







