BANGKOK, KALIMANTANLIVE.COM – Suasana panas di perbatasan Thailand dan Kamboja kembali memanas jadi perang terbuka! Pada Kamis (18/7/2025), bentrokan bersenjata besar-besaran pecah, menewaskan sedikitnya 12 orang, melukai puluhan lainnya, dan memaksa ribuan warga sipil mengungsi.
Pemicunya? Konflik lama yang kembali membara: sengketa wilayah kuil kuno Prasat Ta Muen Thom, situs bersejarah yang diklaim kedua negara sebagai warisan budaya mereka.
# Baca Juga :Harga Emas Dunia Naik Tipis, Investor Waspadai Tarik Ulur Perang Dagang AS
# Baca Juga :Perang Makin Memanas! Trump Ancam Deportasi Elon Musk: “Mungkin Harus Pulang ke Afrika Selatan”
# Baca Juga :Iran Umumkan Gencatan Senjata! Perang 12 Hari Lawan Israel Resmi Berakhir, Ketiga Pihak Klaim Menang
# Baca Juga :Perang Iran vs Israel Terancam Picu Kenaikan Biaya Logistik Global! Selat Hormuz Jadi Titik Krisis Energi Dunia
Jet Tempur F-16 Dikerahkan, Rudal Menghantam Target Militer!
Pertempuran dimulai di wilayah Provinsi Surin, Thailand, yang berbatasan langsung dengan Kamboja. Militer Thailand disebut meluncurkan jet tempur F-16 dan menembakkan rudal ke sasaran militer Kamboja.
“Kami telah menggunakan kekuatan udara sesuai rencana,” tegas Richa Suksuwanon, Wakil Juru Bicara Militer Thailand.
Namun, klaim siapa yang menyerang lebih dulu masih simpang siur. Thailand menuduh Kamboja lebih dulu meluncurkan roket ke area sipil di empat provinsi. Sebaliknya, Kamboja menuding Thailand menembak duluan di area kuil dan mengaku hanya membalas serangan.
Akar Konflik: Warisan Kolonial & Kuil Kuno Pemicu Perang
Sumber utama konflik adalah sengketa batas wilayah yang belum tuntas sejak puluhan tahun lalu. Peta kolonial buatan Prancis tahun 1907 digunakan Kamboja sebagai acuan, namun Thailand menilai peta itu usang dan tidak valid.
Kuil Prasat Ta Muen Thom sendiri menjadi simbol perebutan identitas nasional, karena erat dengan sejarah Kekaisaran Khmer dan budaya lintas batas yang kompleks.
Ketegangan memuncak sejak bentrokan kecil di Mei 2025 yang menewaskan seorang tentara Kamboja. Situasi makin genting setelah Perdana Menteri Thailand Paetongtarn Shinawatra diskors akibat skandal rekaman percakapan dengan mantan PM Kamboja, Hun Sen.
Jumlah Korban: Anak 5 Tahun Jadi Korban, Ribuan Mengungsi
Menurut Kementerian Kesehatan Thailand:
12 orang tewas (11 warga sipil & 1 tentara)
Termasuk seorang anak usia 5 tahun
24 warga sipil & 7 tentara luka-luka









