Drone Tempur Thailand Menggila! Pos Militer Kamboja Hancur, 582 Sekolah Ditutup, Ribuan Warga Mengungsi

BANGKOK, KALIMANTANLIVE.COM – Konflik memanas di Asia Tenggara! Perbatasan Thailand-Kamboja kini berubah menjadi zona pertempuran sengit setelah Angkatan Darat Kerajaan Thailand melancarkan serangan udara darat secara besar-besaran dengan melibatkan jet tempur F-16 dan drone bersenjata buatan lokal.

Serangan presisi ini berlangsung sejak Kamis pagi (24/7/2025), menyasar pos-pos militer strategis milik Kamboja, termasuk depot senjata, kendaraan artileri, dan peluncur roket. Drone canggih Thailand dilaporkan menjatuhkan bom mortir M261 dan M472 dengan akurasi tinggi, menghancurkan fasilitas vital dan memperlemah kekuatan musuh.

# Baca Juga :LOWONGAN EMAS! Adaro Energy Buka 22 Posisi Kerja, Terima Lulusan SMK hingga S1, Cek Gaji & Penempatan di Sini!

# Baca Juga :Hulk Hogan Meninggal Dunia di Usia 71 Tahun, Serangan Jantung Jadi Dugaan Terkuat

# Baca Juga :5 Raksasa AS Siap Investasi Ratusan Triliun di Indonesia! Ini Daftar Perusahaannya

# Baca Juga :Duel Panas di GBK! Indonesia Siap Benam Thailand di Semifinal ASEAN Cup 2025, Begini Strategi Garuda Muda

“Drone kami telah melumpuhkan target-target bernilai tinggi, termasuk gudang senjata utama dan titik peluncuran artileri,” ungkap seorang pejabat militer Thailand yang enggan disebutkan namanya.

Serangan Balasan Thailand atas Gempuran Roket RM-70 GRAD Kamboja

Serangan balik Thailand ini bukan tanpa sebab. Sebelumnya, pasukan Kamboja melepaskan rentetan roket artileri dari sistem RM-70 GRAD buatan Ceko ke arah posisi militer Thailand. Roket jenis 9M22U yang digunakan memiliki jangkauan 20 km dan hulu ledak seberat hampir 19 kilogram—cukup untuk menghancurkan kendaraan lapis baja hingga logistik militer.

“Ini bukan sekadar provokasi biasa. Mereka meluncurkan serangan koordinasi malam hari yang nyaris menghantam instalasi utama,” kata seorang analis militer ASEAN.

Dominasi Udara & Strategi Baru Thailand: Era Drone Dimulai!

Thailand kini memamerkan doktrin militer barunya: serangan presisi berbasis drone dan dominasi udara. Dalam operasi terkini, enam jet F-16 dan sejumlah drone taktis dikerahkan untuk mengamankan garis perbatasan yang disengketakan sepanjang 209 kilometer.

Para pakar militer menyebut langkah ini sebagai bukti bahwa Thailand telah memasuki fase baru perang modern, mengikuti jejak kekuatan drone yang terbukti efektif di medan tempur Ukraina, Gaza, dan Kaukasus Selatan.

“Kunci kemenangan ke depan bukan hanya kekuatan darat, tapi superioritas udara dan sistem tak berawak,” ujar pejabat Kementerian Pertahanan Thailand kepada Defence Security Asia, Jumat (25/7).

582 Sekolah Ditutup, Ribuan Warga Dievakuasi

Situasi di lapangan kian genting. Akibat tembakan roket Kamboja yang mengarah ke pemukiman sipil, Kementerian Pendidikan Thailand menutup 582 sekolah di Surin, Sisaket, dan Buriram.

Sebagian sekolah bahkan dialihfungsikan menjadi tempat penampungan darurat bagi warga sipil yang mengungsi dari zona konflik.

“Kami mendesak semua sekolah di perbatasan untuk siaga dan memiliki rencana tanggap darurat lengkap,” seru seorang pejabat pendidikan regional dalam siaran televisi nasional.