Kecemasan serupa juga dirasakan oleh Putri, mahasiswa Administrasi Bisnis FISIP ULM. Ia tak menutupi rasa sedih dan kecewa karena ijazah yang selama ini ia tunggu sebagai simbol perjuangan, justru ikut terbakar dalam insiden tersebut.
“Jujur, kaget dan sedih sih. Karena ijazah itu kan simbol perjuangan selama kuliah. Saat tahu dokumen penting seperti itu ikut terbakar, rasanya kecewa banget. Tapi ya, aku juga coba tetap tenang, karena yakin pihak kampus sedang berusaha cari solusi terbaik buat kami,” ujarnya.
BACA JUGA: Sat Lantas Polresta Banjarmasin Berikan Edukasi Keselamatan Berlalu Lintas Bersama Sopir Truk Box
Putri juga menyampaikan kekhawatirannya terhadap sistem keamanan dokumen di lingkungan kampus. Ia menilai seharusnya ada perlindungan ekstra untuk dokumen sepenting ijazah.
“Rasanya nggak masuk akal kalau dokumen utama kayak gitu bisa sampai habis terbakar tanpa backup yang memadai. Ini bikin aku mempertanyakan sistem pengelolaan dokumen penting di kampus,” tegasnya.
Menurut Putri, kampus perlu segera berbenah, khususnya dalam hal penyimpanan arsip dan dokumen penting. Ia menyarankan agar kampus menyiapkan fasilitas penyimpanan tahan api dan sistem keamanan darurat untuk menghindari kerugian yang sama di masa depan.
“Idealnya, berkas ijazah itu disimpan di tempat yang aman dari kebakaran. Jangan sampai kejadian seperti ini terulang dan mahasiswa jadi korban,” katanya.










