PM China Desak Regulasi Global AI di Tengah Ketegangan dengan AS

“AI harus berkembang melalui semangat kolaborasi dan inovasi kolektif,” tegasnya.

AI kini telah merambah berbagai sektor, mulai dari pendidikan, layanan publik, transportasi, hingga pertahanan.

BACA JUGA: Vivo S30 & S30 Pro Mini Resmi! HP Compact dengan Baterai Monster 6.500 mAh

Namun, pertumbuhan cepat ini juga memicu kekhawatiran akan penyebaran disinformasi, hilangnya pekerjaan, hingga potensi kehilangan kendali manusia atas teknologi tersebut.

Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, dalam pesan videonya, menyebut bahwa pengelolaan AI menjadi salah satu tantangan kolaborasi global terbesar saat ini.

Meski berbagai lembaga telah menyerukan regulasi AI berbasis nilai kemanusiaan, hingga kini belum ada kesepakatan internasional yang mengikat secara hukum.

Tiongkok terus memperkuat investasinya di sektor AI seperti teknologi pengenalan wajah, pemrosesan bahasa alami, dan sistem otomatisasi. Di sisi lain, AS semakin gencar menggandeng sektor swasta untuk mempertahankan dominasinya di bidang teknologi.

Sumber: Fajarharapan.id