PM China Desak Regulasi Global AI di Tengah Ketegangan dengan AS

Kalimantanlive.com — Perdana Menteri Tiongkok, Li Qiang, menyerukan pentingnya regulasi global dalam pengembangan kecerdasan buatan (AI) saat membuka World Artificial Intelligence Conference (WAIC) di Shanghai, Sabtu (26/7).

Ia menekankan perlunya keseimbangan antara inovasi dan keamanan AI, terutama di tengah meningkatnya persaingan teknologi antara Tiongkok dan Amerika Serikat.

BACA JUGA: Realme GT 7 Siap Meluncur Global 27 Mei dengan Chipset MediaTek Terbaru dan Baterai Jumbo

“Ancaman dan risiko dari AI kini menjadi perhatian global. Menemukan titik tengah antara inovasi dan keselamatan adalah kebutuhan mendesak yang memerlukan kerja sama internasional,” kata Li, dikutip dari AFP.

Seruan ini datang setelah mantan Presiden AS, Donald Trump, menyampaikan rencana mendorong dominasi AI melalui deregulasi dan pelonggaran hambatan birokrasi bagi sektor swasta.

Meski ketegangan dengan AS masih berlangsung, Li tetap mengajak komunitas internasional untuk membentuk kolaborasi global.

Ia bahkan mengumumkan rencana pembentukan forum kerja sama AI internasional yang dipimpin Tiongkok, dengan prinsip keterbukaan dan pengembangan bersama.