Baru Beberapa Jam Gencatan Senjata Thailand-Kamboja, Ledakan dan Korban Kembali Jatuh

BANGKOK, KALIMANTANLIVE.COM – Gencatan senjata antara Thailand dan Kamboja yang baru saja diumumkan pada Senin (28/7/2025) malam resmi dilanggar hanya beberapa jam setelah diberlakukan. Situasi perbatasan kembali memanas, menambah daftar panjang korban jiwa dan warga yang mengungsi akibat konflik berkepanjangan.

Kesepakatan damai tanpa syarat itu dicapai dalam perundingan yang digelar di Putrajaya, Malaysia, dan mulai berlaku pada Selasa (29/7/2025) pukul 00.00 waktu setempat. Namun, belum genap satu malam, militer Thailand menuding pasukan Kamboja telah melancarkan serangan di sejumlah wilayah perbatasan.

# Baca Juga :Perang Bukan Cuma di Perbatasan! Netizen Thailand vs Kamboja Saling Serang di Medsos, Tagar Panas Membara!

# Baca Juga :Drone Tempur Thailand Menggila! Pos Militer Kamboja Hancur, 582 Sekolah Ditutup, Ribuan Warga Mengungsi

# Baca Juga :Konflik Thailand-Kamboja Memanas, Serangan Udara Tewaskan 12 Orang

# Baca Juga :Perang Meledak! Thailand-Kamboja Saling Gempur, WNI Diimbau Waspada, Ternyata Ini Akar Konfliknya!

“Saat perjanjian mulai berlaku, kami mendeteksi serangan bersenjata dari pasukan Kamboja ke wilayah Thailand,” ujar Juru Bicara Militer Thailand, Kolonel Winthai Suwaree dalam pernyataan resmi yang dikutip dari AFP.

“Ini merupakan pelanggaran disengaja dan upaya nyata untuk merusak rasa saling percaya. Thailand terpaksa merespons demi membela diri secara sah,” tegasnya.

Kamboja Bantah, Klaim Kondisi Sudah Mereda

Di sisi lain, Perdana Menteri Kamboja Hun Manet menyatakan bahwa situasi di garis depan justru telah membaik sejak diberlakukannya gencatan senjata.

“Garis depan telah mereda sejak pukul 12 tengah malam,” tulis Hun Manet melalui akun Facebook resminya pada Selasa pagi.

Langkah Diplomatik: Pertemuan Komandan dan Komite Perbatasan

Sebagai tindak lanjut dari kesepakatan damai, direncanakan pertemuan antara komandan militer kedua negara pada Selasa pukul 07.00 pagi waktu setempat. Komite lintas batas juga akan dibentuk dan dijadwalkan bertemu pada 4 Agustus 2025 di Kamboja.

Seorang jurnalis AFP yang berada di Kota Samraong, sekitar 20 km dari garis perbatasan, melaporkan bahwa ledakan berhenti sekitar 30 menit sebelum tengah malam dan ketenangan berlangsung hingga pagi hari. Namun kondisi kembali menegang setelah laporan pelanggaran gencatan senjata muncul.

Krisis Kemanusiaan: Puluhan Tewas, Ratusan Ribu Mengungsi

Konflik yang kembali pecah sejak Kamis pekan lalu telah menyebabkan sedikitnya 38 orang tewas dan memaksa lebih dari 300.000 warga mengungsi. Situasi inilah yang mendorong intervensi internasional, termasuk dari Presiden AS Donald
Trump dan Sekjen PBB Antonio Guterres.

Trump bahkan disebutkan secara aktif mendukung proses perundingan damai, sementara PM Malaysia Anwar Ibrahim memimpin diplomasi ASEAN dalam pertemuan di Putrajaya.