Perebutan Kuil Kuno Jadi Akar Konflik
Konflik Thailand-Kamboja berakar dari sengketa perbatasan sepanjang 800 kilometer, terutama di sekitar kuil-kuil kuno yang wilayahnya masih belum didemarkasi secara jelas sejak era kolonial Prancis tahun 1907.
Perebutan wilayah ini memicu bentrokan bersenjata paling mematikan sejak insiden antara 2008–2011, dan hingga kini masih belum ada titik temu yang solid.
Tudingan Penggunaan Bom dan Serangan ke Fasilitas Sipil
Ketegangan makin memuncak setelah kedua pihak saling menuduh melanggar hukum perang. Thailand menuding Kamboja menggunakan bom cluster dan menyerang rumah sakit. Sementara Kamboja membantah keras, dan balik menyebut Thailand memprovokasi dengan manuver militer intensif.
Thailand mencatat 11 tentara dan 14 warga sipil tewas, sedangkan Kamboja menyatakan kehilangan lima personel militer dan delapan warga sipil.
Seruan Internasional: Hormati Gencatan Senjata!
PBB, AS, dan negara-negara ASEAN menyerukan kedua belah pihak untuk menahan diri dan mematuhi kesepakatan gencatan senjata. Perdamaian jangka panjang dinilai hanya mungkin tercapai melalui dialog diplomatik dan penyelesaian damai berbasis hukum internasional.
“Gencatan senjata adalah langkah awal penting, tapi implementasi jujur dan niat baik kedua negara akan menentukan keberhasilannya,” kata Penjabat PM Thailand, Phumtham Wechayachai.
Pantau terus KalimantanLive.com untuk pembaruan terbaru mengenai situasi di perbatasan Thailand-Kamboja.
Jika Anda berada di wilayah terdampak, ikuti instruksi evakuasi dan siapkan kebutuhan darurat.
(kalimantanlive.com/sumber lainnya)
editor : TRI







