Sementara itu, Benjamin Cook dari Columbia University menekankan pentingnya penelitian lanjutan untuk mengukur sejauh mana krisis ini disebabkan oleh iklim atau oleh eksploitasi manusia atas air tanah.
“Kita harus mengetahui proporsi sebenarnya. Tanpa itu, kita hanya meraba-raba dalam gelap,” tegasnya.
Dunia Butuh Aksi, Bukan Sekadar Data
Laporan ini adalah alarm keras bagi seluruh dunia. Bukan hanya wilayah kering yang terancam, tapi juga ketahanan pangan, ekonomi, dan kehidupan manusia secara keseluruhan. Jika air tawar terus menyusut, maka krisis global yang lebih luas tinggal menunggu waktu.
(kalimantanlive.com/sumber lainnya)
editor : TRI










