BANJARMASIN, KALIMANTANLIVE.COM — Kebakaran hebat yang menghanguskan gedung Rektorat Universitas Lambung Mangkurat (ULM) di Banjarmasin pada Senin pagi, 28 Juli 2025, kini resmi diselidiki oleh Polda Kalimantan Selatan. Demi mengungkap penyebab kebakaran secara menyeluruh, tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polri dari Surabaya turut dilibatkan.
Kepala Bidang Humas Polda Kalsel, Kombes Pol Adam Erwindi, mengatakan penyelidikan awal sudah dilakukan oleh petugas Direktorat Kriminal Umum (Ditkrimum) melalui proses olah tempat kejadian perkara (TKP).
# Baca Juga :Pemkab Kotabaru Salurkan Bantuan Kepada Korban Kebakaran di Kotabaru Hulu
# Baca Juga :KLH: Kebakaran Hutan di Riau Terindikasi Terorganisir, Bukan Kebetulan
# Baca Juga :Kebakaran Hanguskan 70 Rumah di Tambora, Ratusan Warga Kehilangan Tempat Tinggal
“Ditkrimum sudah melakukan olah TKP dan kini berkoordinasi dengan Labfor Polri di Surabaya untuk pendalaman teknis,” ujar Adam saat dikonfirmasi, Senin (28/7/2025).
Tim Labfor Surabaya Segera Tiba di Banjarmasin
Untuk mempercepat proses identifikasi penyebab kebakaran, Adam memastikan bahwa tim forensik Polri dari Surabaya akan segera diterjunkan ke lokasi kejadian. Kedatangan tim dijadwalkan dalam waktu dekat.
“Kalau tidak besok, kemungkinan lusa tim Labfor akan tiba di Banjarmasin untuk menyelidiki sumber api dan penyebab kebakaran,” tegasnya.
Kronologi Kebakaran: Api Muncul dari Lantai 2
Kebakaran dilaporkan terjadi pada Senin pagi, dengan api pertama kali terlihat di lantai dua gedung Rektorat ULM. Api dengan cepat merambat ke ruangan lainnya dan melalap habis sejumlah bagian vital.
Wakil Rektor ULM, Iwan Alfanie, mengonfirmasi bahwa ruang Bidang Akademik dan Kemahasiswaan menjadi titik paling parah terdampak, dengan seluruh berkas penting dipastikan hangus terbakar.
“Seluruh dokumen akademik dan kemahasiswaan ludes. Tidak ada yang tersisa,” ujar Iwan.
❗ Dugaan Masih Spekulatif, Investigasi Jadi Kunci
Pihak kepolisian belum bisa memastikan apakah kebakaran terjadi akibat korsleting listrik, kelalaian, atau unsur kesengajaan. Semua masih bergantung pada hasil analisis tim forensik.
Kehadiran Labfor Polri Surabaya diharapkan mampu memberikan pembacaan akurat atas jejak api, titik mula kebakaran, serta kemungkinan unsur pidana.










