Pemprov Kalsel Siapkan Langkah Terpadu Hadapi Karhutla: Dari Pencegahan hingga Penanganan Langsung

BANJARBARU, Kalimantanlive.com – Mengantisipasi meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) menyatakan komitmennya dalam menyiapkan langkah pencegahan, mitigasi, hingga penanganan langsung secara terpadu.

Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Monitoring Situasi Karhutla yang digelar secara virtual bersama Menteri Kehutanan RI Raja Juli Antoni dan Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, Senin (28/7), yang diikuti jajaran kepala daerah dan Forkopimda se-Kalsel dari Command Center Setdaprov Kalsel.

BACA JUGA: Pemprov Kalsel Percepat Pembentukan Kawasan Perdesaan, Tiga Kabupaten Jadi Fokus Utama

Mewakili Gubernur H. Muhidin, Plt Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra, Muhamad Muslim, menegaskan bahwa strategi penanganan karhutla telah disiapkan melalui Rencana Kontinjensi Karhutla dan Kekeringan 2025–2027, sebagai bagian dari ketahanan daerah terhadap dampak perubahan iklim.

“Pencegahan diperkuat lewat revisi Perda Pengendalian Karhutla dan surat edaran gubernur untuk meningkatkan kesiapsiagaan seluruh pihak,” ujar Muslim.

Ia juga memaparkan sejumlah langkah teknis seperti pelatihan aparatur, pembasahan lahan, pembersihan saluran air, pemantauan tinggi muka air gambut, dan penggunaan sistem peringatan dini.

Selain itu, masyarakat juga dilibatkan, termasuk Masyarakat Peduli Api (MPA), relawan, dan damkar swadaya.

Titik-titik api mulai terdeteksi di wilayah barat dan utara Kalsel, termasuk zona strategis seperti ring 1 Bandara.