Gempa Guncang Rusia Ternyata M 8,7! Jepang Keluarkan Peringatan Tsunami, Warga Diminta Jauhi Pantai

TOKYO, KALIMANTANLIVE.COM – Dunia kembali diguncang kabar mengejutkan! Gempa besar yang mengguncang wilayah lepas pantai timur jauh Rusia, pada Selasa malam (29/7/2025) waktu setempat, kini direvisi menjadi berkekuatan Magnitudo 8,7.

Guncangan kuat ini langsung memicu peringatan tsunami di beberapa negara, termasuk Jepang dan Alaska, Amerika Serikat.

# Baca Juga :Gempa Bumi Dahsyat Magnitudo 7,7 Goyang Myanmar Hingga Thailand, Gedung di Bangkok Ambruk

# Baca Juga :Gempa Bumi M 3,7 Guncang Kabupaten Banjar dan Sekitarnya, Getaran Terasa di Banjarbaru dan Tanah Laut

# Baca Juga :Warning BMKG: Terjadi Gempa Bumi Magnitudo 2,8 SR di Tabalong Kalimantan Selatan!

# Baca Juga :Gempa Mulai Sering Terjadi di Banua, BPBD Kalsel Direkomendasi Petakan Bahaya Guncangan Gempa Bumi

Lokasi Gempa dan Potensi Bahaya

Berdasarkan laporan terbaru dari Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), pusat gempa berada sekitar 136 kilometer sebelah timur Petropavlovsk, di Semenanjung Kamchatka, Rusia, dengan kedalaman 19 kilometer.

“Tsunami berbahaya berpotensi mencapai pantai Rusia dan Jepang dalam waktu kurang dari tiga jam,” tulis USGS dalam pernyataan resmi yang dikutip dari AFP.

USGS juga mengimbau warga pesisir agar tetap siaga dan mengikuti instruksi otoritas setempat karena ancaman tsunami masih berlangsung.

Jepang Siaga: Gelombang Tsunami Diperkirakan Mencapai 1 Meter

Badan Meteorologi Jepang (JMA) langsung mengaktifkan peringatan tsunami untuk wilayah pesisir timur yang menghadap Samudra Pasifik.

“Peringatan tsunami dikeluarkan pada pukul 08.37 waktu setempat atau 06.37 WIB, dengan potensi gelombang setinggi 1 meter,” tulis JMA melalui platform X (dulu Twitter).

JMA juga mengingatkan bahwa tsunami bisa datang lebih dari satu kali, dan warga dilarang keras memasuki laut atau mendekati pantai sebelum peringatan resmi dicabut.
🇺🇸 Alaska Ikut Waspada

Selain Jepang, otoritas Amerika Serikat juga mengeluarkan peringatan tsunami untuk sejumlah wilayah di pesisir Alaska, terutama di kawasan yang dekat dengan Samudra Pasifik utara.

Hingga Rabu pagi waktu Indonesia, belum ada laporan resmi terkait korban jiwa maupun kerusakan serius. Namun, tim pemantau dari berbagai negara terus meng-update situasi secara real-time.