Gubernur Kalsel Ajak Sinergi Tangani Karhutla, Siap Tetapkan Status Siaga

BMKG Kalsel memaparkan prediksi puncak kemarau, sementara peta monitoring hari tanpa hujan ditampilkan sebagai dasar perencanaan pembasahan lahan, terutama di Ring I Landasan Ulin. Rencana pengusulan teknologi modifikasi cuaca (OMC) ke BMKG juga dibahas dalam rapat.

Inspektur Jenderal Kemenhut, Komjen Djoko, menekankan pentingnya identifikasi penyebab karhutla, termasuk indikasi pembakaran yang bermotif.

BACA JUGA: Perkuat Sinergi, Gubernur Kalsel dan Forkopimda Silaturahmi ke Pangdam VI/Mulawarman

Ia menyatakan perlunya satu arah kebijakan, komunikasi yang positif, dan reformasi sistem pengendalian. “Kita harus kerucutkan persoalan agar bisa dicegah sejak dini,” tegasnya.

Kepala Dinas Kehutanan Kalsel, Fatimatuzzahra, mengatakan status siaga provinsi segera ditetapkan, menunggu SK Gubernur. Ia menyebut saat ini terdapat sekitar 1.400 titik api, sebagian besar berada di luar kawasan hutan (APL), dan sekitar 20 hektare terbakar di dalam kawasan hutan.

“Kami akan aktifkan kembali Masyarakat Peduli Api (MPA) dan bangun posko terpadu,” ujarnya.

Fatimatuzzahra juga menyebut upaya pembukaan pintu air dan perendaman lahan terus dilakukan. Ia berharap karhutla dapat dicegah sebelum meluas, serta menegaskan pentingnya dukungan lintas sektor untuk pengendalian yang proaktif, bukan sekadar responsif.

Sumber: Adpim