Tiga Lokasi Terjadi Karhutla, Kalak BPBD Tabalong: Belum Tetapkan Status Darurat Bencana dan Masih Terkendali

TANJUNG, KALIMANTANLIVE.COM – Musim kemarau dengan cuaca ekstrim di Kabupaten Tabalong menyebabkan beberapa titik terjadi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Setidaknya ada tiga titik lokasi lahan yang terbakar dan sudah ditangani Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tabalong antara lain di Kecamatan Kelua, Tanta dan Haruai.

#Baca Juga :Sat Samapta Polres Tabalong Lakukan Patroli Malam Cegah Aksi Balap Liar 

#Baca Juga :Bupati Fani Harap Penyuluh Pertanian se-Tabalong Bantu dan Dorong Para Petani Tingkatkan Hasil Panen

#Baca Juga :Ratusan Pelanggar Lalu Lintas Diambil Tindakan Selama Operasi Patuh Intan 2025 di Tabalong

Kalak BPBD Tabalong, Haris Fakrozi mengatakan, bencana Karhutla yang pertama kali ditangani berlokasi di Desa Karangan Putih, Kecamatan Kelua.

“Kejadian di Karangan Putih dekat SMA ada dua kali terjadi yang membakar lahan sekitar dua hektare,” katanya saat ditemui ke ruang kerjanya, Selasa (29/7/2025).

Kemudian, di Tanta dengan luasan lahan 20 X 30 meter, sementara peristiwa Karhutla di Desa Mahe Pasar sekitar 1.000 meter persegi.

Ketiga titik lokasi peristiwa kebakaran lahan tersebut, pihaknya juga masih belum menetapkan status siaga darurat bencana karena masih tergolong dapat dikendalikan. Batas

“Kami di Tabalong masih belum ditetapkan statusnya, walaupun dari data info dari BMKG sudah (tanda) merah,” lanjutnya. batas

Hanya tanda merah di Tabalong tersebut bukan titik bakar, namun titik panas cerobong asap pembangkit listrik perusahaan dan serta pengaruh cuaca panas ekstrim.

“Prediksi cuaca ekstrim ini sampai di awal September yang sebelumnya dari hari ini sampai Agustus,” jelas Haris.

Ia menambahkan, pihaknya juga terus melakukan koordinasi dengan pihak provinsi Kalsel terkait kondisi cuaca saat ini dan mensosialisasikan ke masyarakat.

“Besok kami ada rencana ada sosialisasi, tim sudah kami siapkan, kemudian spanduk (imbauan) ke daerah-daerah potensi Karhutla,” tambahnya.

Kalimantanlive.com/ A Hidayat