JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM – Setelah sempat bikin cemas, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) akhirnya menyatakan bahwa peringatan dini tsunami resmi berakhir. Peringatan ini semula dikeluarkan akibat gempa besar bermagnitudo 8,7 yang mengguncang kawasan Kamchatka, Rusia pada Rabu pagi (30 Juli 2025).
# Baca Juga :Kuota Taruna Politeknik KP 2025 Dipangkas Drastis! Ini Alasan Mengejutkan dari KKP
# Baca Juga :Setelah Ngebut 4 Hari, Harga Batu Bara Akhirnya Tergelincir! Apa Penyebabnya?
# Baca Juga :WADUH GAWAT! 9 Juta Data Fans JKT48 Diduga Bocor & Dijual di Forum Gelap! Wota Waspada Serangan Phishing!
# Baca Juga :Setelah Rojali dan Rohana Viral, Kini Giliran Robeli Siap Serbu Mal! Belanja Bukan Lagi Wacana
Gelombang Mulai Mengecil, Energi Gempa Telah Terdissipasi
Kepala Pusat Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menjelaskan bahwa keputusan ini diambil berdasarkan pantauan marigram (alat pencatat tsunami) di seluruh wilayah Indonesia.
“Catatan gelombang tsunami sudah cenderung mengecil, menandakan energi gempa telah terdissipasi,” jelasnya, Rabu malam (30/7/2025).
Tsunami Terjadi di 13 Wilayah Indonesia, Likupang Tertinggi
Meski Indonesia tak menjadi pusat gempa, tsunami tetap terdeteksi di 13 lokasi dengan ketinggian gelombang bervariasi antara 0,06 meter hingga 0,5 meter. Wilayah dengan gelombang tertinggi tercatat di Sarmi, Papua, mencapai 0,5 meter, sementara Likupang, Sulawesi Utara menjadi yang paling akhir terdampak pada pukul 17.20 WIB.
Berikut daftar wilayah terdampak tsunami akibat gempa Rusia:
Jayapura DOK II – 0,3 m (14:14 WIB)
Pelabuhan Tapaleo, Halmahera Tengah – 0,1 m (14:15 WIB)
Sarmi – 0,5 m (14:20 WIB)
Sorong – 0,2 m (14:35 WIB)
Depapre, Jayapura – 0,3 m (14:45 WIB)
Sausapor – 0,3 m (15:04 WIB)
Pel. Beo Talaud – 0,06 m (15:14 WIB)
Pel. Daeo Majiko, Morotai – 0,08 m (15:17 WIB)
Manokwari – 0,15 m (14:23 WIB)
Gebe – 0,11 m (14:57 WIB)
Bitung – 0,21 m (14:20 WIB)
Manado – 0,08 m (16:42 WIB)
Likupang – 0,14 m (17:20 WIB)







