Plt Kabid Cipta Karya Dinas PUPR Kalsel, Ryan Tirta Nugraha, menambahkan bahwa sejumlah pekerjaan pendukung lainnya turut dikebut, seperti bench pemain, tiang gawang, papan skor elektronik, dan penguatan lintasan atletik berbahan tartan.
“Beberapa paket pekerjaan sudah kami lelang dan akan segera dikontrakkan. Ini pekerjaan ringan secara struktur, jadi bisa dipercepat. Tapi tetap perlu koordinasi erat dengan manajemen Barito Putera dan Dispora,” jelas Ryan.
BACA JUGA: Dinas PUPR Kalsel Gelar Pelatihan Tenaga Ahli Bangunan Gedung, Dorong SDM Konstruksi Berkualitas
Saat ini, Stadion 17 Mei sedang menjalani proses asesmen dari tim pusat penyelenggara Liga 2. Audit lanjutan dijadwalkan pada awal Agustus untuk menentukan kelayakan venue sebagai tuan rumah laga resmi. Jika syarat pencahayaan belum terpenuhi, ada kemungkinan Barito Putera harus mencari alternatif stadion lain.
Sebelumnya, pertandingan sempat direncanakan digelar pada sore hari karena keterbatasan lampu. Namun dengan keharusan VAR di setiap laga, pengadaan lampu menjadi kebutuhan mutlak.
“VAR mengharuskan adanya pencahayaan memadai, sehingga kami ajukan pengadaan lampu agar Stadion 17 Mei tetap bisa menjadi homebase Barito Putera,” ujar Ryan.
Setelah terdegradasi dari Liga 1, Barito Putera kini tengah berbenah demi kembali ke kasta tertinggi sepak bola nasional. Kepastian bermain di kandang sendiri akan memberi keuntungan psikologis dan memperkuat peluang kebangkitan tim.







