Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menyampaikan bahwa gempa ini dipicu oleh aktivitas subduksi lempeng di Palung Kurile-Kamchatka, dengan mekanisme patahan naik (thrust fault). Pusat gempa terletak pada 52,51° LU dan 160,26° BT, dengan kedalaman 18 km.
“Masyarakat di wilayah pesisir yang terdampak diimbau untuk tetap tenang, tidak panik, dan menjauhi pantai hingga ada pernyataan resmi dari BMKG,” ujar Daryono.
BACA JUGA: Gempa Guncang Rusia Ternyata M 8,7! Jepang Keluarkan Peringatan Tsunami, Warga Diminta Jauhi Pantai
Hingga pukul 08.30 WIB, tercatat tujuh kali gempa susulan, dengan magnitudo terbesar 6,9 dan terkecil 5,4.
Sementara itu, Pacific Tsunami Warning Center (PTWC) juga memperingatkan potensi tsunami di sejumlah negara lain seperti Rusia, Jepang, Alaska, Filipina, Hawaii, dan Guam.
BMKG menekankan agar masyarakat hanya mengakses informasi melalui kanal resmi dan terverifikasi, guna menghindari penyebaran hoaks atau informasi menyesatkan.
Sumber: Fajarharapan.id










