Merck juga mendorong kolaborasi dengan penyedia asuransi untuk membantu pasangan mengakses layanan fertilitas tanpa beban finansial besar. Hal ini menjadi bagian dari upaya menciptakan sistem fertilitas yang inklusif dan berkelanjutan di Indonesia.
Data Kemenkes menunjukkan sekitar 10–15% pasangan Indonesia mengalami infertilitas. Total Fertility Rate Indonesia pun menurun dari 3,10 (1990) menjadi 2,15 (2022).
Pendiri komunitas Endometriosis Indonesia, Wenny Aurelia, menilai pendekatan transparan dapat membantu pasien IVF mengurangi stres dan kebingungan.
Sumber: Antaranews








