Trump Murka! India Kena Tarif 25% & Ancaman Sanksi Gara-Gara Belanja dari Rusia

WASHINGTON, KALIMANTANLIVE.COM – Hubungan dagang Amerika Serikat dan India kembali memanas! Presiden Donald Trump menjatuhkan tarif impor sebesar 25% untuk seluruh produk asal India mulai 1 Agustus 2025. Bukan hanya itu, Trump juga bersiap memberi hukuman tambahan karena India tetap nekat membeli alat militer dan energi dari Rusia.

“India akan membayar tarif 25%, ditambah penalti untuk hal-hal di atas mulai tanggal 1 Agustus,” tegas Trump dalam pernyataan resminya yang dikutip media AS, Senin (29/7/2025).

# Baca Juga :Bill Gates Jual Kapal Pesiar Super Mewah Rp10 Triliun, Padahal Tak Pernah Dipakai!

# Baca Juga :CATAT! Cuma Satu Senjata Rahasia yang Dibutuhkan Timnas U23 Indonesia untuk Lolos ke Piala Asia 2026!

# Baca Juga :BMKG Cabut Peringatan Dini Tsunami Akibat Gempa Dahsyat Rusia M 8,7! Indonesia Aman

# Baca Juga :Kuota Taruna Politeknik KP 2025 Dipangkas Drastis! Ini Alasan Mengejutkan dari KKP

Sebelumnya, tarif yang dikenakan kepada India berada di angka 26%. Kini meski sedikit lebih rendah, tujuan Trump tetap sama: menghukum negara-negara yang dinilai merugikan perdagangan AS.
Kenapa India Dihukum Trump?

Trump menyebut ada dua alasan utama di balik kebijakan tarif dan penalti terhadap India:

Kebijakan perdagangan India dinilai merugikan AS, tidak adil, dan membebani neraca perdagangan Negeri Paman Sam.

India masih aktif membeli peralatan militer dan energi dari Rusia, di tengah upaya negara-negara Barat memboikot Moskow akibat invasinya ke Ukraina.

“Mereka tetap beli senjata dari Rusia, dan jadi pembeli energi terbesar bersama China, padahal dunia ingin Rusia berhenti membunuh di Ukraina. India tetap jalan terus!” kecam Trump tajam.

India Balas Merespons dengan Hati-Hati

Merespons langkah tersebut, Kementerian Perdagangan dan Industri India menyatakan masih mengkaji dampak dari kebijakan tarif AS. Namun, mereka menegaskan komitmennya untuk menyelesaikan persoalan lewat jalur diplomasi.

“India dan AS telah menjalin negosiasi untuk mencapai perjanjian perdagangan bilateral yang adil dan saling menguntungkan. Kami tetap berkomitmen pada tujuan tersebut,” bunyi pernyataan resmi kementerian India.