Tahun ini, ajang penghargaan mengusung tema Resilient Regions, Progressive Nation: Elevating BUMD Excellence Amid Economic Shifts, yang menyoroti pentingnya profesionalisme pengelolaan BUMD di tengah tekanan ekonomi global dan tantangan geopolitik.
CEO & Chief Editor Warta Ekonomi, Muhamad Ihsan, menekankan bahwa kondisi perekonomian global saat ini menuntut BUMD untuk adaptif, inovatif, dan berperan aktif sebagai penggerak ekonomi daerah.
BACA JUGA: PLN Tambah Kapasitas Listrik, Warga Pulau Tello Siap Sambut Akhir Pemadaman
“Kita menghadapi tantangan besar dari kebijakan global hingga ketegangan geopolitik. Di tengah situasi ini, BUMD harus hadir sebagai motor pembangunan lokal,” kata Ihsan.
Dari 1.091 BUMD aktif yang dinilai oleh tim riset Warta Ekonomi, hanya 73 yang terpilih menerima penghargaan. Penilaian didasarkan pada kinerja keuangan positif, aset minimal Rp10 miliar, inovasi digital, penerapan prinsip ESG, serta persepsi publik dan media.
Riset tersebut juga mencatat bahwa 94,5% BUMD telah mengadopsi digitalisasi, dan 90,4% menunjukkan komitmen terhadap keberlanjutan. Namun, transparansi dan profesionalisme masih menjadi tantangan di banyak daerah.







