Gubernur menambahkan, saat ini Kalsel telah mencetak 14.500 hektare sawah dan menargetkan penyelesaiannya pada tahun 2025. Ia optimistis program ini akan memperkuat ketahanan pangan dan mendorong peningkatan ekonomi masyarakat.
Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, dalam arahannya menegaskan pentingnya percepatan realisasi cetak sawah dalam tiga bulan ke depan guna mendukung swasembada pangan nasional.
BACA JUGA: Gubernur Kalsel H. Muhidin Silaturahmi dengan Warga Banjar di Balikpapan
Ia juga mengingatkan pentingnya pelaksanaan yang tepat dan akuntabel oleh pemerintah daerah.
“Kalau tidak dieksekusi dengan baik, kita akan mengulang masalah tahun depan. Presiden Prabowo terus memantau langsung capaian program ini,” ungkap Menteri Amran.
Menteri Amran juga menyoroti pentingnya kesiapsiagaan menghadapi ancaman krisis pangan global, merujuk pada situasi di Jepang yang mengalami lonjakan harga beras. Ia mengapresiasi dukungan TNI, Polri, dan Kejaksaan yang turut mengawal pelaksanaan program ini.
“Jangan sampai kelaparan terjadi di negeri ini. Apapun akan kami lakukan demi menjaga ketersediaan pangan nasional,” tegasnya.







