JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM – Dalam upaya memperkuat pendidikan karakter pelajar Indonesia, Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) mengusulkan agar materi Pancasila disisipkan dalam soal Ujian Nasional (UN) versi baru, yakni Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2025.
Kepala BPIP Yudian Wahyudi menegaskan, strategi ini dirancang agar nilai-nilai luhur Pancasila ditanamkan tanpa membebani siswa dengan mapel tambahan.
# Baca Juga :Daihatsu Kejutkan GIIAS 2025! Tiga Mobil Modifikasi Super Unik Bikin Panggung Gempar
# Baca Juga :Geger Ular Sanca di Kaca Mobil! Penumpang Menjerit, Suami Gemetar, Damkar BSD Langsung Dikerahkan
# Baca Juga :Suria Baya Kembali Hadir di Kampanye Jimmy – Inri, Muara Mea, Linon Besi, Sei Liju, Muara Wakat dan Benangin
“Misalnya soalnya Bahasa Indonesia, tapi isinya tentang Pancasila. Jadi belajar Bahasa Indonesia, sekaligus menyerap nilai kebangsaan,” kata Yudian dalam Rakornas Pembentukan Karakter Anak Bangsa di Jakarta Selatan, Kamis (31/7/2025).
Pancasila Bisa Muncul di Soal Bahasa Indonesia & Inggris
Menurut Yudian, cara paling efektif untuk menyisipkan materi Pancasila adalah lewat teks-teks bacaan atau narasi soal di mata pelajaran seperti Bahasa Indonesia atau Bahasa Inggris.
“Teksnya bisa membahas toleransi, gotong royong, atau keadilan sosial. Nilai-nilai Pancasila masuk tanpa harus berdiri sendiri sebagai mapel,” jelasnya.
Dengan pendekatan ini, BPIP berharap Pancasila dapat menjadi bagian utuh dari cara berpikir siswa, bukan hanya materi yang dihafal.
Trauma Tambahan Mapel? Ini Solusinya!
Yudian mengakui bahwa penambahan mata pelajaran baru bisa memicu stres dan trauma belajar, terutama bagi siswa yang selama ini terbebani jadwal padat.
“Kalau Pancasila jadi pelajaran sendiri, dikhawatirkan justru bikin siswa makin terbebani. Maka dari itu, disisipkan saja, biar tetap fun tapi mendalam,” tegasnya.
Pancasila = Etika Ilmu Pengetahuan
Wakil Kepala BPIP, Rima Agristina, menambahkan bahwa pendidikan Pancasila bukan sekadar penghafalan sila-sila, tapi adalah fondasi etika dari semua ilmu pengetahuan yang dipelajari siswa.
“Pancasila adalah dasar berpikir dalam semua ilmu. Fisika, Matematika, Biologi — semua butuh etika dalam penerapannya,” ujar Rima.
Ia menegaskan, penguatan nilai Pancasila harus dimulai sejak pendidikan usia dini, bahkan dari level PAUD.







