JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM – Dunia pendidikan digegerkan dengan kabar mengejutkan: ratusan guru dan puluhan siswa Sekolah Rakyat tiba-tiba mundur massal! Pemerintah memastikan proses belajar tetap berjalan, tapi publik bertanya-tanya—apa yang sebenarnya terjadi di balik gelombang pengunduran diri ini?
Menteri Sosial Saifullah Yusuf alias Gus Ipul menegaskan, 143 guru dan 115 siswa yang menyatakan mundur tidak mengganggu jalannya proses belajar-mengajar. Bahkan, semua posisi kosong langsung digantikan oleh peserta cadangan.
# Baca Juga :Wabup Habib Taufan Sampaikan Rencana Pembangunan Sekolah Rakyat Tabalong di Depan Mensos
# Baca Juga :Menkomdigi Meutya Hafid Ajak Media Kawal Program Sekolah Rakyat Lewat Informasi Akurat
# Baca Juga :Sekolah Rakyat Bikin Heboh! Seragam Sampai Pakaian Dalam Disiapkan Negara, Laptop Pun Dibagikan!
# Baca Juga :Siapkan Lahan 6,9 Hektare, Pembangunan Sekolah Rakyat di Tabalong Bakal Dilengkapi Lapangan Sepak Bola
“Dapat dipastikan tidak mengganggu masa matrikulasi dan proses belajar di Sekolah Rakyat,” tegas Gus Ipul, Kamis (31/7/2025).
Mengapa Guru dan Siswa Sekolah Rakyat Mundur? Ini Penjelasannya!
Pengunduran diri ini bukan tanpa sebab. Menurut Kemensos, beberapa alasan utama siswa mundur antara lain:
Ingin bersekolah di jalur reguler.
Keberatan hidup di asrama.
Tak sanggup berjauhan dari orang tua, terutama bagi yang memiliki orang tua tunggal atau lansia.
“Banyak yang ingin menjaga orang tuanya. Kami tidak bisa memaksa,” ujar Gus Ipul.
Sementara dari sisi guru, dari total 1.469 guru yang dinyatakan lulus seleksi, sekitar 143 orang atau 9,7 persen memilih tidak memenuhi panggilan kerja.
Faktor utamanya? Lokasi penempatan terlalu jauh dari domisili.
“Mereka dinyatakan diterima, tapi tidak datang karena penempatannya jauh. Jadi lebih tepat disebut tidak memenuhi panggilan,” kata Gus Ipul.
Langsung Digantikan, Proses Belajar Tetap Jalan!
Meski ada pengunduran diri, Kemensos langsung mengisi kekosongan dengan peserta cadangan yang sudah siap.
“Semua digantikan sesuai mekanisme CASN BKN. Tidak ada kekosongan yang mengganggu kegiatan sekolah,” tegas Gus Ipul.







