Pada 2024, belanja konsumen menyumbang lebih dari 40% terhadap pertumbuhan PDB China, menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi, menggeser ketergantungan pada permintaan eksternal.
Sektor manufaktur China kini berfokus pada inovasi dan nilai tambah tinggi, termasuk kendaraan energi baru (NEV) yang memimpin transformasi industri otomotif dunia.
Seiring itu, semakin banyak perusahaan asing membangun pusat litbang (R&D) di China, menandakan ekosistem inovasi yang makin kuat.
BACA JUGA: Rupiah Menguat ke Rp16381 per Dolar AS pada Rabu Pagi
China kini tak hanya dikenal sebagai “pabrik dunia”, tapi juga telah berkembang menjadi “laboratorium dunia” — pusat inovasi teknologi dan industri masa depan.
Retorika politik AS soal “rebalancing China” dianggap sebagai upaya terselubung untuk mendorong pemisahan ekonomi (decoupling), yang menurut berbagai analis tidak hanya kontraproduktif, tetapi juga merugikan perekonomian global.







