Kalimantanlive.com – Narasi yang belakangan kembali digaungkan sejumlah pejabat Amerika Serikat (AS) tentang perlunya “menyeimbangkan kembali” ekonomi China dan tudingan bahwa ekspor China membanjiri pasar global, dinilai sebagai retorika lama yang terus diulang tanpa dasar yang kuat.
Pernyataan-pernyataan semacam itu dinilai mengabaikan realitas bahwa ekonomi China kini tengah mengalami transformasi menuju pertumbuhan berkualitas tinggi, yang tak lagi sepenuhnya bertumpu pada ekspor.
BACA JUGA: Paruh Pertama 2025, Pegadaian Bukukan Lonjakan Aset dan Laba Bersih
Faktanya, meskipun nilai ekspor China tetap besar, kontribusi ekspor terhadap PDB terus menurun dalam beberapa tahun terakhir, bahkan kini lebih kecil dibandingkan dengan negara seperti Vietnam, Jerman, dan Korea Selatan.
Sementara itu, nilai impor China tumbuh signifikan, mencapai lebih dari 2,64 triliun dolar AS pada 2024, atau lebih dari 10 kali lipat dibandingkan tahun 2000.
Hal ini mencerminkan peran aktif China dalam perdagangan global, bukan dominasi sepihak.










