MUARA TEWEH, KALIMANTANLIVE.COM – Desa Muara Mea dan Linon Besi Kecamatan Gunung Purei menjadi tempat tujuan kampanye dialogis dan tatap muka pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Barito Utara Jimmy Carter dan Indriaty Karawaheni yang kembali dihadiri tokoh terkemuka Barito Utara Suria Baya, Rabu, 30 Juli 2025.
Dari Lampeong Inri yang berkampanye tanpa kehadiran Jimmy Carter, harus menumpang sepeda motor untuk menuju Desa Muara Mea yang foto desanya pada masa kolonial masih terdokumentasi di arsip Belanda ini.
Hal itu karena untuk memasuki Desa Muara Mea masih terkendala jembatan penghubung yang belum memadai untuk dilintasi kendaraan roda empat.
Diantara program menarik yang ditawarkan pasangan Jimmy Inri di Muara Mea adalah pada bidang pendidikan, yakni sekolah gratis 9 tahun, baju seragam gratis, tas gratis, hingga sepatu dan kaus kaki gratis.
“Kami akan gratiskan sehingga warga hanya mengusahakan uang jajan untuk anaknya saja. Tetapi untuk SMA sederajat adalah ranahnya Provinsi dan untuk perguruan tinggi ranahnya Kementrian,” jelas Inri untuk menjelaskan pertanyaan mengapa tak menggratiskan hingga ke bangku kuliah.
Saat berdialog dengan masyarakat Desa Muara Mea, salah satu usulan yang masuk adalah pembangunan rumah ibadah umat agama Hindu Kaharingan di desa tersebut.
“Kami memohon kami umat Hindu Kaharingan diperhatikan, salah satunya adalah rumah ibadah,” sampai salah seorang warga.
Merespons hal tersebut Inri menyampaikan, dirinya tidak akan melupakan usulan masyarakat Muara Mea ketika dipercaya memimpin Barito Utara oleh masyarakat. Ia juga menyarankan aspirasi disalurkan kepada anggota DPRD Barito Utara Jiham Nur yang merupakan Kordinator Tim Pemenangan 02 Jimmy Inri.
“Kami tidak akan tebar janji yang pada akhirnya tidak ditepati,” kata Inri.
Begitupun pada saat kegiatan kampanye Jimmy Inri di Desa Linon Besi dihari yang sama. Ia kembali menyampaikan program-program, dan menyatakan telah menjadi tanggung jawabnya untuk merealisasikan apabila dipilih oleh warga setempat dan memenangkan Pemungutan Suara Ulang tanggal 6 Agustus mendatang.
Sementara itu Jiham Nur menyarankan, agar warga Linon Besi tidak mendiamkan aspirasi yang menjadi kebutuhannya, sehingga mengakibatkan dirinya sebagai wakil rakyat tidak tahu apa yang dibutuhkan warganya.
“Bikin proposal Bapak- Ibu supaya kami tahu apa yang dibutuhkan. Kami tidak akan tahu apabila bapak ibu juga diam,” kata Jiham Nur.
Sementara itu advokat Barito Utara yang telah dikenal luas, Jubendri Lusfernando, SH, MH kembali mengabarkan kepada masyarakat tentang didirikannya Rumah Aspirasi apabila Jimmy Carter dan Indriaty Karawaheni menjabat.
“Saya juga dari keluarga orang susah, ayah saya kerja sawit, ibu saya jualan sayur hingga bisa menyekolahkan saya anaknya. Saya mengerti yang dirasakan kalangan masyarakat bawah. Rumah aspirasi nanti adalah tempat ibu – Bapak menyampaikan keinginan yang perlu didengarkan Kepala Daerah,” ucap Juben.
Termasuk Juben juga berkomitmen untuk mendampingi warga miskin yang tertimpa masalah hukum, pengurusan perijinan, hingga pengurusan sertifikat dan sebagainya. Pernyataan Juben ini selalu disambut tepuk tangan gembira hadirin saat berkampanye.
Adapun Suri Baya, tokoh Barito Utara yang juga hadir pada acara kampanye tersebut menyampaikan kepada Kalimantan Live, bahwa seandainya Jimmy – Inriaty terpilih, ia percaya pasangan ini bukan tipe seorang yang ingkar janji atau melupakan pemilih dan pendukungnya.










