Sementara itu, jalur alternatif dari arah Gunung Sanggar di Kecamatan Arjasari, yang mengarah ke Puncak Citiis, kini mulai ramai dilalui. Jalur ini populer di kalangan pelari lintas alam (trail runner) karena panorama alamnya, namun justru dinilai lebih berbahaya.
“Medannya berat. Ada jembatan alam yang sempit, tanah labil, dan sangat licin. Banyak yang naik lewat Citiis dan turun melalui jalur PGPI, padahal itu sangat berisiko,” kata Ikar.
BACA JUGA: BMKG: Waspadai Gelombang Tinggi di Sejumlah Perairan Indonesia hingga 3 Agustus 2025
PGPI pun telah menjalin komunikasi dengan pengelola jalur Gunung Sanggar untuk mempertimbangkan penutupan jalur tersebut demi keselamatan bersama.
“Keselamatan pengunjung adalah prioritas kami. Penutupan sementara ini adalah langkah paling tepat untuk mencegah korban jiwa,” pungkas Ikar.
Sumber: Fajar Harapan







