Persaingan Teknologi Kian Ketat
Tak hanya Meta, sejumlah perusahaan teknologi lain juga berlomba mengembangkan perangkat AI. OpenAI misalnya, mengakuisisi startup milik eks-desainer Apple, Jony Ive, senilai US$6,5 miliar untuk mengembangkan perangkat AI generasi baru.
Beberapa perusahaan bahkan mengembangkan wearable alternatif seperti AI pin atau liontin pintar. Namun, Zuckerberg menilai kacamata tetap menjadi bentuk paling ideal karena sudah akrab di kehidupan sehari-hari.
BACA JUGA: Microsoft Rilis Copilot Mode di Edge, Jelajah Web Kini Lebih Cerdas dengan AI
Menuju Dunia Terintegrasi Digital
Zuckerberg menegaskan bahwa visi Meta bukan sekadar menciptakan perangkat, melainkan membangun jembatan antara dunia nyata dan digital — fondasi dari Metaverse.
“Kacamata pintar dan AI akan menyatukan dunia fisik dan digital. Ini bukan soal teknologi semata, tapi cara baru manusia hidup dan terhubung,” tutupnya.
Sumber: Fajarharapan.id







