Ia menambahkan bahwa segmen pembeli pemula, seperti pengguna mobil LCGC (Low Cost Green Car) contohnya Honda Brio Satya, lebih fokus pada aspek kepraktisan, biaya perawatan rendah, dan kemudahan dijual kembali.
Faktor-faktor inilah yang membuat LCGC tetap menjadi pilihan utama.
Meskipun mobil listrik mendapat sejumlah insentif seperti bebas aturan ganjil-genap dan pengurangan pajak, Billy menilai manfaat tersebut belum dirasakan secara luas.
BACA JUGA: 9 Mobil Baru Harga di Bawah Rp 200 Juta per Agustus 2025, Ada yang Listrik!
“Insentif memang menarik, tapi dampaknya paling terasa di kota besar seperti Jakarta. Di daerah lain yang infrastrukturnya belum siap, mobil listrik belum jadi opsi utama,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan bahwa konsumen di luar kota besar cenderung masih mengandalkan mobil bermesin bensin yang sudah terbukti dari segi efisiensi dan daya tahan.







